Kotbah Minggu, 3 Januari 2013 (HKBP Serpong)

Yeremia 1:4-10

Saudara-saudara, ketika membaca ayat ini maka pesan awal yang tersirat di dalamnya mau mengatakan bahwa sejak semula, Allah telah memilih Yeremia untuk sebuah pekerjaan baik. Allah telah membentuknya sesuai kehendakNya, dan Allah mempersiapkan dia untuk menjadi teman sekerja Allah. Itu pesan pertama membaca ayat ini.

Kemudian apa yang menjadi pesan bagi kita lewat kotbah ini? Saya mencoba menemukan tiga pesan:

Pertama: Kita adalah buatan Allah.

Saudara-saudara, tidak dapat disangkal lagi kita adalah hasil ciptaan Tuhan. Kita tidak berasal dari sebuah proses evolusi, dan bukan juga muncul dengan tiba-tiba seperti pemahaman orang tempo dulu: madabu sian ginjang, mapultak sian bulu. Kita dibentuk oleh tangan yang maha mulia yaitu Tuhan. Lebih dari itu, dalam istilah asing disebut kita adalah a masterpiece of God. Kita adalah suatu maha karya Allah yang indah dan mulia. Keindahan dan kemuliaan itu terletak pada si Penciptanya yaitu Tuhan.

Seorang Pemazmur juga pernah bersaksi bahwa dia adalah buatan Allah: 139:13-14, “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya”.

Semua ciptaan Tuhan sungguh luar biasa. Manusia dibuat dengan dasyat dan ajaib, serupa dan sebentuk dengan Allah. Mungkin pernah muncul dalam pikiran kita keraguan karena kita merasa tidak ada sesuatu yang indah dalam hidupku. Kita merasa dari penampilan kita biasa-biasa saja, dari postur tubuh maaf, kita tidak begitu menarik, indah, mungkin karena kita terlalu kecil, kurus, gemuk, pesek atau sesuatu yang merisaukan perasaan kita. Dari kondisi keluarga, mungkin kita bukan dari keluarga yg berpendidikan, kaya, terhormat. Dari kemampuan, kita merasa tidak pintar, cakap dan tidak mempunyai talenta atau bakat yang menonjol, tdk ada yg istimewa. Atau di mata orang, kita tidak siapa-siapa, kita dipandang hina, kecil, rendah, atau mungkin di mata orangtua, atau orang yg paling dekat dgn kita dianggap remeh dan kurang dihargai.

Saudara-saudara apapun yang orang lain bilang ke kita atau apapun penilaian kita terhadap diri kita, di mata Allah kita adalah buatan tanganNya, bagi Allah kita adalah masterpieceNya. Karena kita buatan Allah maka kita dikasihiNya, dijagaNya, dirawat bahkan ditempatkanNya pada tempat yang mulia.

Dalam sebuah sekolah dasar ketika saat membagikan kertas ujian, nama murid dipanggil satu persatu, ketika tiba nama seorang murid, sang guru berkata: “kamu hebat sekali”, kamu juara dua’. Namun si murid tidak habis pikir, bagi dia itu sulit dipercaya. Saat maju dan mengambil kerta ujian, sang guru berkata: kamu juara dua dari belakang. Si murid spontan mendengar suara tertawa dari teman2nya, si murid merasa malu dan tertunduk saat kembali ke tempat duduknya. Seorang guru berhasil mempermalukan seorang murid yang belum berhasil mendapatkan nilai baik. Tetapi satu hal yg tidak disadari sang guru bahwa murid itu pun adalah masterpiece Allah, buatan Allah. Ia indah, dan akan tampak semakin indah pada waktunya.

Saudara apapun yg orang lain katakan tentang kita, itu tidak begitu penting. Yang harus kita renungkan setiap saat adalah apa yang Tuhan katakan tentang kita: Kita adalah buatan Allah, kita adalah mahakarya Allah. Kita diciptakan indah, dan akan terus tampak indah.

Kedua : Kita dibentuk dan diciptakan dalam Kristus. Saudara-saudara, setiap manusia diciptakan hanya satu kali saja. Namun khusus orang percaya diciptakan dua kali. Kita diciptakan Allah dua kali. Ciptaan pertama kita adalah buatan tangan Allah, ciptaan kedua, kita diciptakan dalam Kristus Yesus. Bukan karena buatan pertama kurang baik dan sempurna. Sebab, di saat Allah selesai menciptakan, Tuhan selalu memastikan: sungguh semuanya amat baik. Kita diciptakan dua kali, karena ciptaan yg pertama telah rusak karena dosa. Kebebasan yg ditanamkan Allah pada diri manusia tidak dipelihara dengan baik, sehingga merusak rupa dan gambar Allah pada diri manusia. Dosa telah merusak segala yang baik dalam diri kita. Di mata Allah kita telah mati. Sesungguhnya kita tidak berguna lagi, seharusnya kita dibuang ke dalam api pembakaran. Namun, karena Allah kaya dalam rahmat, oleh karena kasihNya yg besar, yg dilimpahkanNya kepada kita, sehingga kita dihidupkan kembali. Inilah ciptaan kedua itu. Dalam Efesus 2;10 “kita diciptakan dalam Kristus Yesus”. Dalam penciptaan yang kedua ini membutuhkan pengorbanan yg sangat mahal. Hanya bisa tercipta lewat darah Kristus, lewat kematianNya di kayu salib. Dalam Kristus kita tidak mendapat hukuman lagi, dosa tidak berkuasa lagi, kini hidup kita dipimpin oleh Kristus dan kita adalah milik Kristus, karena kita tercipta dalam diri Kristus. Rasul Paulus bersaksi: Jadi siapa yg ada dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yg lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang-2 Kort. 5:17.

Saudara-saudara kita diciptakan untuk kedua kalinya dengan harga yg sangat mahal, dengan darah Kristus hingga kematianNya. Baiklah kita menghargai pengorbanan Kristus itu, baiklah kita menghargai hidup kita, memelihara dan menjaganya seperti Tuhan menjagaNya bahkan memberi tempat yg mulia.

Ketiga: Kita ditetapkan dan dipilih untuk melakukan pekerjaan Allah. Saudara-saudara pernahkah kita bertanya untuk apa Tuhan membentuk kita, menciptakan untuk kedua kalinya dalam Kristus? Mungkin ada yg menjawab supaya kita menjadi anak2Nya dan menjadi pewaris kerajaanNya. Itu betul. Mungkin ada yang menjawab agar kita bebas dari neraka dan memasuki sorga. Itu juga jawaban benar! Namun, tidak hanya sekedar itu. Allah membentuk kita, Allah menciptakan kita, dan Allah menyelamatkan kita adalah untuk melakukan pekerjaan Allah, pekerjaan baik. Pekerjaan baik itu tidak untuk mendapatkan keselamatan tetapi karena kita telah memperoleh keselamatan itu.

Untuk apa Allah memilih dan menetapkan Yeremia menjadi seorang nabi besar di tengah umatNya adalah untuk melakukan pekerjaan Allah, untuk melakukan pekerjaan baik. Untuk tugas ini Tuhan tidak asal memilih dan menetapkan kita. Allah telah merancang Yeremia dengan bekal yang lengkap. Allah lebih dulu menguduskannya, memberi wibawa lewat penetapanNya. Allah menyertainya, Allah memenuhinya dengan perkataan-perkataan Allah sendiri dan memberi kuasa untuk melakukannya. Dengan bekal ini tidak ada alasan bagi Yeremia tidak mampu, tidak cakap, tidak punya kuasa, wibawa, masih mudah, tidak punya waktu. Memang Yeremia adalah manusia terbatas, lemah. Kita memang terbatas dalam segala hal, lemah dalam segala sesuatu. Tapi sesungguhnya secara lengkap Allah telah menetapkan kita sebagai teman sekerjaNya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah. Perlengkapan sudah Tuhan berikan kepada kita. Persoalan sekarang bukan, bisa atau tidak, tapi mau atau tidak. Tuhan menginginkan kita mau melakukan apa yg menjadi kehendakNya. Kemampuan Tuhan sudah diberikan sebelumNya, bekal Tuhan telah sediakan sejak awal. Amang dan inang, untuk melakukan pekerjaan baik, semua kita mampu dan bisa, menegakkan keadilan semua orang bisa dan mampu, menyatakan kebenaran, semua orang sanggup dan mampu, menjaga kekudusan hati, hidup, memelihara kejujuran, bekerja dengan baik, begaul dengan damai dan penuh kasih, semua orang bisa dan mampu melakukannya, karena Allah telah berikan kekuatan itu. Namun yg menjadi soal apakah kita mau atau tidak. Saudara2 Tuhan sangat mengharapkan dari kita, kita mau untuk melakukannya. Sebab untuk itulah Tuhan memanggil kita, memilih kita, membentuk dan menciptakan kita. Mendirikan gedung gereja kita sanggup, mau berapa ruangan, berapa lantai kita mampu. Itu kalau kita semua mau dan membuka hati. Dan sejujurnya Tuhan sangat tau kesanggupan gerejaNya. Iman saya pribadi mengatakan: jauh sebelumnya Tuhan sudah merancang dan mempersiapkan kita jemaatNya untuk membangun gerejaNya di saat ini. Kita harus imani amang, inang bahwa semua kita jemaat HKBP Serpong dari ekonomi kecil menengah dan tinggi, anak-anak, muda dan tua sedang berada dalam perencanaan Allah untuk sebuah proyek Allah mendirikan sebuah gereja. Karena itu kita semua adalah bagian dari rencana Allah untuk turut serta membangun gerejaNya. Percayalah amang-inang kita tidak akan kekurangan untuk sebuah pekerjaan Tuhan. Tetapi sebaliknya Tuhan akan membantu kita bahkan kita akan merasa bahagia dan sukacita dan itu akan kita alami sampai anak cucu kita nanti. Amin!

Gambar

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s