Kotbah konteks penjara (Ulangan 26:1-4)

1. Penjara adalah situasi baru dan tempat baru bagi saudara2 kita yang memasukinya. Meskipun secara manusiawi berat untuk memasuki dan menjalani hidup di dalamnya. Tetapi, Allah tetap hadir dan menyertai umatNya di sana. Babel adalah ‘penjara’ bagi umatNya Israel, untuk menggembleng, menyadarkan umatnya akan segala dosa dan kejahatannya, sembari mempersiapkan umatNya memasuki situasi, tempat dan hidup yang baru nantinya yang akan mereka jalani, sekaligus juga ujian iman bagi mereka yang berlaku benar dan setia pada Tuhan.
2. Umat Tuhan yang setia menjalani hidup sekalipun dalam penjara, akan mendapatkan kekuatan dan hikmat Tuhan. Sebab, Roh Kudus Tuhan tidak pernah bisa dihempang dan batasi oleh tembok penjara. Oleh sebab itu, di penjara pun ada sukacita, ada kebahagiaan tersendiri dan ada harapan, serta survive bagi mereka yang menjalaninya dengan tulus. Sebab, Tuhan tidak akan pernah membedakan kasihNya bagi orang yang tinggal di penjara dgn mereka yang hidup di dunia luar.
3. Hidup kudus, baik, benar dan hormat pada Tuhan, tidaklah merupakan sikap yang sia-sia sekalipun dipraktekkan dalam kehidupan di penjara, sebab Tuhan yang kita kenal adalah Tuhan yang Mahamelihat dan peduli dengan orang benar. Justru, sikap hidup benar dan setia pada Tuhan, menjadi persembahan kita kepada Tuhan. Jauhkanlah sikap hidup putus asa, apatis dan tanpa harapan, sekalipun berada dalam penjara, sebab Tuhan memiliki rencana baik dan masa depan yg gemilang bagi setiap umat percaya kepadaNya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s