Khotbah Minggu Quasimodogeniti – 01 Mei 2011

Yohanes 21:1-14

1. Yesus tetap hadir dalam aktivitas keseharian kita.
Kebangkitan kristus menyatakan bahwa Dia hidup. Karena itu, Yesus senantiasa ada dan hadir dalam aktivitas keseharian kita. Dia kini bersama kita, dia hadir dalam semua bidang kehidupan kita, dia hadir di saat kita mengalami berbagai kondisi duka maupun suka. Dikala menangis akibat sulitnya hidup, sesungguhnya Tuhan hadir. Maria menangis karena sedih yang tak tertahankan, Yesus hadir baginya. Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Yesus juga hadir di saat rasa takut menghantui kita. Takut karena sulitnya ekonomi, takut karena kejamnya ketidakadilan, takut karena dibenci orang, takut karena besarnya resiko dan pengorbanan yg kita tanggung demi menegakkan kebenaran. Sesungguhnya, Yesus hadir bagi kita. Yesus menghadirkan damai sejahtera di saat Para Murid mengalami ketakutan, sampai-sampai mereka mengurung diri di rumah dengan pintu yang terkunci dan tertutup rapat. Di saat iman mulai goyah, di saat keraguan muncul, kehadiran Yesus bagi Tomas adalah penguat iman. Yesus senantiasa hadir di saat iman kita goyah dan lemah, agar kita kokoh.

Jemaat Kristus!
Yesus tidak menyembunyikan dirinya bagi kita. Dia tidak menutup dirinya, Yesus tidak membatasi dirinya dan membuat jarak terhadap kita. Bahkan dia memutuskan dan mematahkan jarak itu, dengan kehadirannya di setiap hidup kita. Yesus tidak menjadikan kemuliaannya dan keagungannya menjadi alasan untuk meninggalkan kita. Justru, di saat Yesus membuktikan bahwa dialah Tuhan melalui kebangkitannya, malah dialah yang mendatangi para muridnya ke danau galilea.
Jemaat Tuhan! Mari kita rasakan kehadiran Yesus dalam hidup kita.

2. Yesus selalu ada menjadi guru bagi kita.
Sejak kematian Yesus para murid kembali melakukan aktivitas mereka bekerja sebagai penjala ikan. Sebagai manusia, para murid juga tidak terlepas dari kebutuhan hidup sehari-hari, makan dan minum. Itu sebabnya para murid kembali bekerja menjala ikan. Namun, ternyata tidak selamanya mereka mendapatkan hasil yang baik dan menguntungkan. Para murid mengalami kesulitan di saat menjala, bekerja menangkap ikan. Mereka tidak mendapatkan apa-apa saat itu. Namun, di saat itulah mereka merasakan kehadiran Yesus yang bangkit menjadi guru, penuntun dan penasihat ajaib bagi mereka. Yesus berkata kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Ucapan Yesus ini membuktikan bahwa Dia sungguh-sungguh adalah seorang guru. Yesus tahu apa dan dimana kesulitan para muridnya, sehingga dia menuntun dan mengarahkan muridnya agar mendapatkan yang lebih baik (kemungkinan para murid menebarkan jalanya hanya ke sebelah kiri saja, mereka lupa bahwa sisi kanan perahu itu juga ada, dan ternyata di sana terdapat banyak ikan).

Jemaat Tuhan!
Sesungguhnya Yesus selalu ada menjadi guru bagi kita. Dia senantiasa mengajari kita bersikap baik, berlaku jujur, benar, adil dan mau saling membantu dan hidup dalam kasih. Yesus juga senantiasa mengajari kita di saat kita bekerja, beraktivitas, memenuhi kebutuhan hidup atau mencari nafkah dan memikirkan rencana-rencana hidup. Yesus adalah guru, penuntun dan penasihat ajaib bagi kita. Dia tidak membiarkan kita hanya berjalan ke satu sisi saja, ke satu arah saja, tetapi Tuhan sejatinya membawa kita, mengarahkan kita ke sisi, ke arah dan ke tempat yang lebih baik menurut Tuhan. Tuhan memberikan akal budi bagi kita untuk menemukan cara dan jalan yang lebih baik, lebih mulia dan lebih bahagia untuk kita tempuh ketika kita menjalani hidup kita, ketika kita bekerja, ketika kita mencari nafkah hidup kita. Selama kita mau ditutun dan diajari oleh firman Tuhan, selama kita tunduk dan setia kepada arahan Tuhan melalui firmannya, niscaya kita akan mendapatkan yang terbaik bagi Tuhan. Seperti para murid yg taat dan mau melakukan apa yg dikatakan Yesus, mereka menebarkan jala mereka ke sebelah kanan, sungguh di luar dugaan, para murid bersukacita melihat hasil tangkapan mereka.

3. Yesus adalah keluarga dekat kita.
Yesus menyapa dan memanggil murid-murid dengan sebutan anak-anak: 21:5 “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Panggilan ini membuat para murid begitu dekat sekali, seperti hubungan bapa – anak. Yesus menjadikan dirinya sebagai keluarga dekat bagi murid2nya. Komunikasi Yesus dengan para murid sungguh akrab sekali. Ketika para murid menjawab: mereka tidak mendapatkan apa2, lalu Yesus balik menjawab, tebarkanlah jala ke sebelah kanan. Percakapan ini menunjukkan hubungan kedekatan, adanya rasa kekeluargaan antara bapa dan anak-anaknya. Sehingga hasilnya pun cukup membahagiakan.

Jemaat Tuhan!
Kita adalah anak-anak Tuhan. Sesungguhnya Yesus menyebut kita sebagai anak-anakNya. Dgn demikian, Dia adalah bapa kita, dia adalah tumpuan harapan kita, tumpuan harapan keluarga kita. Yesus adalah bapa yang sangat bertanggungjawab atas hidup kita anak-anaknya. Dia tidak pernah membiarkan kita selalu berada dalam masalah, kesulitan, pergumulan. Sebagai bapa dia sangat tahu apa yang kita butuhkan, pikirkan, harapkan. Sebagai bapa dia tau kekurangan dan kelebihan kita. Dia tahu kita sedang sendiri, sedang bersedih, sedang gundah, sedang kuatir, takut dan cemas. Dan dia juga tahu kita sedang bahagia dan bersukacita. Oleh sebab itu, marilah selalu kita jaga hubungan kekeluargaan kita dengan Yesus, marilah tetap kita jalin hubungan dekat dengan Yesus. Tetaplah kita menjadi anak-anak yang baik bagi Yesus, sebab Dia adalah bapa yang sangat baik dan penuh kasih dan perhatian pada kita.

4. Dan yang terakhir, hadirnya Yesus dalam kehidupan kita, menjadi guru dan penuntun bahkan menjadikan kita keluarga dekatnya sesungguhnya untuk menempa kita, mengajari kita dan semua orang percaya agar dapat hidup bersama, hidup dalam persekutuan, hidup saling memperhatikan satu sama lain.
Yesus yang bangkit tetap menunjukkan sikap kerendahan hati yang pernah ia tunjukkan kepada murid2nya sebelum kematiannya. Justru di sini Yesus menampilkan pelayanan yang full, segala sesuatunya Yesus yang mempersiapkan. Yesus yang mempersiapkan arang dan api, Yesus yang membakar ikan dan rotinya. Dia yang melayani muridnya dengan mengambil roti dan ikan, kemudian mengajak para murid untuk sarapan bersama.

Jemaat Tuhan!
Sikap yang ditampilkan Yesus ini, bukanlah untuk dikagumi saja, tetap untuk dilakukan para muridnya, agar mereka juga saling melayani, saling memperhatikan, hidup bersama, makan dan minum bersama dan duduk bersama, menyelesaikan persoalan dan merancang rencana yang baik. Yesus tidak mau, para muridnya orang2 percaya di zaman ini, hidup menikmati kepunyaannya sendiri. Yesus mengajarkan kepada kita supaya kita mau berbagi dengan sesama kita, karena kita adalah sama-sama saudara2 Yesus.

Jemaat Tuhan!
Keempat pesan firman ini, hanya dapat kita alami apabila kerinduan kita akan firmannya, seperti keinginan seorang bayi yang selalu ingin susu yang murni dan rohani. Kita akan mengalami kehadiran Tuhan dan kuasanya hanya apabila kita selalu menginginkan firmannya, tinggal dalam firmannya dan menjadikannya kebutuhan jiwa kita. Selamat menjalani Minggu Quasimodogeniti. Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan. Amin!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s