Tunjukkanlah Imanmu!

Tunjukkanlah Imanmu!

Matius 8:5-13

Di minggu ini kita disuguhkan sebuah berita yang sangat luar biasa dalam alkitab. Dikatakan luar biasa karena belum pernah terjadi ketika itu. Atau, tidak biasa terjadi kala itu. Berita itu mengisahkan seorang perwira, seorang yang berpangkat dan memiliki jabatan tinggi. Namun, sikap perwira ini sangat terpuji. Dia menunjukkan kepedulianya terhadap bawahannya. Dia tidak memahami berbedaan jabatan berarti berbeda status kemanusiaan. Jabatan atau profesi bisa saja berbeda, tetapi sikap kasih dan kepeduliaan adalah tanggungjawab bersama yang harus dipelihara dan diterapkan dalam menjalin hubungan yang baik sebagai mahluk Tuhan. Seorang perwira peduli dengan keadaan hambanya yang sakit.

Namun, jauh lebih hebat lagi, ternyata perwira itu memiliki iman yang sangat luar biasa. Dikatakan luar biasa, karena Tuhan Yesus pun heran melihat sikap iman perwira itu. Perwira itu mau dan berusaha agar hambanya sembuh. Ia menjumpai Yesus dan memohon atas kesembuhan yang di derita hambanya. Sikap iman seperti yang ditunjukkan perwira ini ternyata belum pernah ada didapat pada bangsa Israel kala itu. Iman yang besar, menghasilkan sukacita dan kemenangan. Bak, seorang prajurit, perwira itu pulang dengan membawa kemenangan dan kabar keselamatan bahwa hambanya telah sembuh karena kuasa Tuhan Yesus.

Iman yang dimiliki haruslah mewujud. Artinya, ditunjukkan dalam kegiatan hidup sehari-hari. Iman yang sungguh-sungguh menampilkan kasih. Iman yang besar pasti ditandai dengan kepedulian yang besar. Orang yang sungguh-sungguh beriman melihat sesamanya sebagai mahluk yang setara di hadapan Tuhan. Orang yang beriman akan memakai jabatan, pangkat atau profesinya sebagai alat pelayanan. Orang beriman, tidak melihat perbedaan professi atau stratifikasi sebagai alasan untuk tidak saling memperhatikan dan mengasihi. Justru, orang yang beriman besar, berusaha memberikan yang terbaik, memberikan sesuatu yang luar biasa atau memberikan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Perwira yang beriman besar itu menjadikan dirinya sebagai saluran kesembuhan kepada hambanya atas permohonannya kepada Tuhan Yesus. Mari kita tunjukkan iman kita dengan sikap: Berserah sepenuh hati kepada tindakan Tuhan, menampilkan sikap rendah hati di hadapan Tuhan dan peduli kepada sesama apapun statusnya. (SP)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s