Ditegor, dihajar sebagai tanda kasih…

Ibadah Jumat…

Buku Ende No. 268:2 Debatangku do donganku

Debatangku do donganku nang pe marsitaonon au/Ai Ibana do Amangku anak haholongan au/Pos do rohangki disi Debata do donganki salelenglelengna i.

Renungan:

Wahyu 3;19

Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Ai nasa na huhaholongi, angka i do hupinsang jala huajar. Antong, haringkothon ma na paubahon roha!

Ditegur, dihajar sebagai tanda kasih

Dari sanubari yang terdalam, mana ada ayah atau ibu yang memukul anaknya kalau bukan untuk kebaikan anaknya. Seorang murid diberi sanksi, tentu karena bersalah dan melanggar aturan main yang berlaku. Orang yang dihukum dan diadili karena kesalahan/kejahatan, tentu untuk menyadarkan dan supaya hidup lebih baik lagi. Bila ini yang terjadi dalam diri kita, relakanlah hatimu, jalanilah dan berubahlah ke arah yang lebih baik. Tidak perlu bersungut-sungut. Jangan reaktif, sebab bisa-bisa berakhir dengan tragis. Itu lebih baik, lebih bijaksana dan mulia.

Jangan kecewa dan putus asa bila Tuhan menegor dan menghajar kita. Tentu, dengan menyadari bahwa kita berdosa, saat itu kita mengetahui Tuhan sedang menegur dan menghajar. Jangan kesal, itu adalah tanda kasihNya. Jangan sampai Tuhan tidak menegur dan menghajar kita atas kesalahan yang kita lakukan, sebab itu pertanda Tuhan tidak peduli lagi bagi hidup kita. Karena, teguran dan hajaran Tuhan, memberi kehidupan bagi kita. Dia menegur dan menghajar kita, sebenarnya untuk membangunkan kita dari keberdosaan dan kejahatan yang kita lakukan selama ini. Jadi, relakan hati, dan bertobatlah!  Artinya, sadarilah, bahwa Tuhan sedang membimbing dan mengarahkan kita ke jalan yang benar. Pertobatan dan perubahan hidup baik itu yang terpenting. Sebab, sejak semula, Tuhan menginginkan pertobatan, bukan kematian dan ketegaran tengkuk.

Tentu, tidak selamanya, teguran dan hajaran Tuhan datang karena dosa dan kejahatan kita. Sering sekali Tuhan menguji iman dan kesetiaan kita dengan jalanNya sendiri. Ini adalah bagian dari pengajaranNya, agar iman kita semakin berisi dan teruji menjalani kehidupan.

Doa:

Ya Kristus Tuhan kami, terimakasih, karena Engkau berkata bahwa teguran dan hajaranMu bagi kami adalah bukti dan tanda kasihMu. Ajar dan kuatkan kami menerimanya dengan kerelaan hati dan mau bertobat membaharui diri. Setialah Tuhan menantikan pertobatan kami, karena kami mengharapkan keselamatanMu. Sertailah hidup kami di hari ini, agar memiliki semangat baru untuk esok harinya. Amin!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s