SERMON PANDITA HKBP RESORT SERPONG

Rabu, 27 Juli 2011
Oleh: Pdt. Singhan Pardede

I. Marende BE. 30:1-2 Jesus lehon hatorangan
Jesus lehon hatorangan hapistaran mangantusi hataMi
Lehon mata na marnida dohot roha na umboto dalanMi
Asa tongtong maradophon bohiMi mardalan hami
Asa digomgomi TondiMi ma hami.
Ganup ari ma ajari hami na di haotoon i dope
Asa lam porsea hami Ho sambing do hangoluannami i
Lam lumeleng lam pasolhot tu rohaM ma rohanami
Hombar tu HataM ma pangalahonami

II. Martangiang

III. Manjaha Turpuk: Ulangan 7:6-12/ 5 Musa 7:6-12 – Ep: 1 Petrus 2:9-10

IV. Manjaha Hatorangan ni Turpuk
1. Pengantar
Kitab Ulangan ini berisikan pidato-pidato Musa yang diucapkannya di hadapan bangsa Israel. Pidato tersebut disampaikan di Moab setelah mereka mengakhiri perjalanan yang panjang melewati padang gurun yang sebentar lagi akan memasuki tanah Kanaan-tanah perjanjian. Secara garis besar isi pidato Musa berbicara tentang:
Perbuatan Allah selama 40 tahun memimpin dan memandu kehidupan bangsa Israel. Diharapkan umat Israel tidak melupakan kebaikan Tuhan, namun senantiasa menunjukkan sikap taat dan setia kepada Allah.
– Musa kembali mengingatkan umat akan pentingnya Sepuluh Perintah Allah, secara khusus pesan Perintah Pertama. Diharapkan orang Israel tekun beribadat kepada TUHAN saja.
– Musa menyegarkan ulang makna ikatan perjanjian Allah dengan Israel. Diharapkan agar mereka membaharui kesediaan mereka untuk memenuhi kewajiban-kewajiban mereka.
– Musa memberitahukan Yosua hambanya akan menggantikannya memimpin umat Israel memasuki tanah Kanaan-tanah perjanjian. Musa juga, menyinggung tentang kematiannya.

Pokok besar yang dibicarakan dalam kitab Ulangan ini adalah perbuatan Allah yang telah melepaskan dan menyertai bangsa pilihanNya, umat yang dikasihiNya, yaitu Israel. Dari umat itu sendiri diharapkan kesetiaan, hidup kudus di hadapan Tuhan Allah, agar mereka tetap hidup dan terus diberkati.

2. Penjelasan ayat
Ayat 6.
Allah melalui hamabNya Musa mengingatkan kembali status bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah yang dikuduskan. Pilihan dan kekudusan umat itu adalah karena Allah sendiri; atas inisiatif dan keputusanNya sendiri. Itu sebabnya, pada ayat sebelumnya (1-5) Musa kembali mengingatkan umat itu, kelak ketika Allah telah memberikan kesempatan bagi mereka memasuki tanah Kanaan – tanah perjanjian, mereka harus betul-betul menjaga kekudusan hidup mereka di hadapan Allah. Umat itu harus sungguh-sungguh memelihara ketetapan, aturan dan peraturan serta hukum Tuhan, sekalipun mereka berada di tengah-tengah bangsa yang tidak mengenal Tuhan.
Ayat 7-8.
Ayat ini semakin menegaskan bahwa perkenanan Allah kepada bangsa Israel sepenuhnya karena perbuatan Allah sendiri; karena kesetiaanNya pada janji yang telah diikrarkanNya kepada nenek moyang mereka. Jadi, Israel terpilih di mata Tuhan, bukan karena bangsa yang paling besar, terbaik dan terkuat. Sebaliknya, bangsa Israel adalah yang terkecil dari antara bangsa-bangsa.
Ayat 9.
Sebagai umat yang terpilih, dikuduskan dan dikasihi Allah, sudah barang tentu harus menunjukkan sikap yang berbeda dari bangsa-bangsa lain. Tuhan mengharapkan umat menampilkan kehidupan yang special, khusus, asing dan berbeda dari kehidupan bangsa yang tidak mengenal Tuhan, meskipun kelak mereka tinggal di tengah-tengah bangsa yang berbeda keyakinan. Diharapkan dari umat suatu pengenalan yang benar tentang Allah. Umat harus menjiwai dan menghidupi bahwa Tuhan adalah Allah yang memberikan kehidupan bagi mereka. Dia adalah Allah yang setia, yang berbeda dengan allah-allah bangsa lain. Tuhan adalah Allah yang teguh berpegang pada perjanjianNya dan akan memberkati semua generasi yang tetap menujukkan kesetiaannya pada Tuhan
Ayat 10.
Merupakan kebalikan dari ayat 9. Setiap orang yang tidak setia dan tidak mengasihi Tuhan Allah, dipastikan masa depannya terancam, hidupnya tidak terjamin, karena Allah akan menghukum dan membinasakan setiap umat yang membenci Allah dan tidak mematuhi perintah dan ketetapanNya.
Ayat 11-12
Pada akhirnya umat diminta agar serius dan sungguh-sungguh berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan Tuhan yang disampaikan Musa. Hal yang menarik, bahwa ketika itu, perintah, ketetapan, dan peraturan itu harus dilakukan, dipraktekkan seluruh umat saat itu juga, hari itu juga, tidak besok atau ditunda-tunda. Ayat ini juga memuat kondisi atau perubahan-perubahan yang akan dialami oleh umat apabila mereka sungguh-sungguh mematuhi segala perintah Tuhan, yaitu TUHAN, akan memegang perjanjian dan kasih setiaNya secara terus-menerus kepada keturunan yang tetap setia dan hidup kudus di hadapanNya.

3. Aplikasi:
Setiap orang percaya harus menyadari bahwa dia dipilih Tuhan untuk hidup dalam kekudusan. Tuhan memilih kita tidak didasarkan dari diri kita sendiri, tetapi karena kebaikan Allah semata. Oleh sebab itu, diwajibkan hidup kudus. Dengan cara: Setia melakukan firmaNya, peraturanNya, ketetapanNya dan menjaga kekudusan hidupnya. Jangan serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Roma 12:2).
Setiap orang percaya harus menyadari bahwa Tuhan adalah Allah yang setia. Dengan pemahaman ini akan membantu setiap orang percaya untuk setia dalam hidupnya, setia pada Tuhan, pekerjaan, keluarga, dan setia pada tugas panggilannya.
Kesetiaan dan kesungguhan melakukan firman, peraturan dan ketetapan Tuhan, Tuhan janjikan akan mengalami kehidupan yang lebih baik. Sebab, Tuhan akan selalu menyertai dan memberkati umat yang setia padaNya.

V. Marende BE. No. 723 Tu joloM O Tuhan
Tu joloM O Tuhan sahat ma diringkon, pangke ma au hombar tu lomoM
Molo ndang Ho Tuhan, maringanan di au, diringkon ndang mararga be i
Tung pogos pe dison manang sonang tahe marsigantung tu Ho sasude
Holan Ho huihuthon ndang be diringkon togutogu ma tu na ture.
Tu joloM O Tuhan tung marpadan do au, ingkon Ho huihuthon tongtong
Ai huboto tangkas na martua do au, nang muse dohot di ngolungkon
Tung pogos

VI. Tangiang Pangujungi

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s