Kotbah Lepas Sidi

Bapa/Ibu saudara/i yang hadir pada saat ini.

Firman Tuhan kepada kita semua secara khusus bagi saudara Enrico dan keluarga amang Ratlan pardede dan inang serta anak-anak di rumah ini, firmanNya tertulis dalam kitab 1 Yohanes 3:23:

Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.

Bpk dan Ibu saudara/i, lewat firman Tuhan kepada kita diajarkan bahwa orang yg telah lepas sidi dianggap telah dewasa secara iman. Mengapa dianggap dewasa karena mereka sudah banyak mendapatkan pengajaran tentang firman Tuhan dan pengenalan akan Kristus. Selama setahun mereka belajar khusus di gereja melalui hamba Tuhan, persis seperti Baca lebih lanjut

Kotbah Minggu Okuli – 3 Maret

1 Korintus 10:1-13

  • Saudara2, sekarang kita berada pada minggu Okuli. Apa artinya Okuli? Kalau kita baca di acara yang kita pegang disana tertulis Okuli memiliki arti “Mataku tetap terarah pada Tuhan”. Siapa yang mengucapkan ini, dia adalah seorang Pemazmur, dia seorang percaya yang selalu mengandalkan Tuhan. Sesungguhnya beginilah sikap hidup orang beriman. Meskipun banyak mengalami penderitaan, godaan, kesulitan bahkan sekalipun kematian telah menantinya, dia tetap mengarahkan pandangnya kepada Tuhan. Situasi hidup bisa berubah-ubah, tetapi iman kepada Kristus tidak boleh berubah. Minggu Okuli ini sedang mengingatkan, kemana arah hidup kita selama ini, apakah kepada harta duniawi, kepada kenikmatan yang ditawarkan, ataukah kepada pengejaran usaha yang sia-sia, atau apa. Tetapi minggu ini mengingatkan kita, tetaplah mengarahkan hidup kepada Tuhan. Apa artinya mengarahkan hidup pada Tuhan? Seluruh harapan, cita-cita dan doa kita harus selalu tertuju pada Tuhan, sukacita dan kebahagiaan kita juga harus selalu berkenan di hadapan Tuhan, bahkan tidak itu saja di saat beban hidup menimpa, pergumulan datang menghadang, cobaan datang menerpa, dukacita silih berganti dengan penderitaan, dalam situasi itupun arah hidup kita haruslah tetap kepada Kristus, sebab hanya dari Dia sajalah kita mendapatkan pertolongan pertama dan untuk selamanya.
  • Saudara2, ada ungkapan yg berbunyi: ‘Pengalaman adalah guru yang baik’. Dalam nas ini Rasul Paulus menyuguhkan pengalaman buruk yg pernah dialami pendahulu mereka yaitu bangsa Israel. Mereka senanang menyembah berhala, mereka suka hidup dalam percabulan, mereka sering bersungut-sungut seperti umat yg tidak mengenal Allah, bahkan dari antara bangsa itu ada yg berani mencobai Allah. Jemaat Korintus diingatkan oleh pengalaman ini. Janganlah mengulangi pengalaman buruk dan suram itu. 

  • Untuk itu saudara2 sebagai umat Tuhan, sebagai anak2 Allah yang telah ditentukannya melalui baptisan, kita diingatkan dan diajak untuk tiga hal:
  • Pertama: Belajar dari pengalaman masa lalu. Rasul Paulus mengajak jemaat Korintus bercermin dari pengalaman masa lalu. Umat Israel yang merasa diri umat pilihan Allah, keturunan Abraham, namun tidak menjaga kekudusan hidupnya. Mereka tidak setia pada status mereka sebagai umat pilihan, sehingga terjatuh ke dalam berbagai pencobaan. Umat itu lebih cenderung mewujudkan keinginannya ketimbang bergantung pada Tuhan. Akibatnya lebih banyak yang binasa dan celaka sebelum tiba pada tanah perjanjian. Saudara2 kita adalah umat pilihan Allah. Dipilih dan ditebus dengan darah Kristus. Tetapi kita harus belajar dari pengalaman. Status itu harus tetap dijaga, dirawat dan dipelihara. Umat percaya harus tetap menjaga diri, menguduskan hatinya untuk tidak sama dengan perangai dunia ini. Sebagai anak Allah itulah harga diri kita. Siapa lagi yg menjaga harga diri itu kalau bukan kita sendiri. Oleh karena itu berusahalah menjaganya dan merawatnya dengan firman dan iman kepada Kristus. Harga diri sebagai anak Allah kita dapatkan dari Allah untuk itu haruslah usaha menjaganya kita tetap meminta pertolongan Tuhan, tetap mengarahkan hidup pada Tuhan, Okuli.
  • Kedua: Berjagalah sebab pencobaan itu melanda semua manusia dan ketahuilah ia berada dalam semua sendi kehidupan kita. Kristus sudah lebih dulu mengingatkan kita. Dia berkata: “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Mrk. 14:38). Kekuatan kita menghadapi pencobaan adalah kesetiaan pada firmanNya dan keteguhan hati kita untuk tetap mengandalkan kuasa Roh Kudus. Dari kemanusiaan kita, kita lemah menghadapi pencobaan, tetapi kuasa Roh dan Firman akan membantu kita menghadapinya. Meletakkan keinginan daging di atas kepentingan Tuhan akan melepaskan kita dari jerat si penggoda. Tanpa doa kita tidak akan sanggup berjaga-jaga, tanpa firman kita tidak kuat menghadapi godaan. Kita masih ingat pengalaman Yesus menghadapi pencobaan iblis. Yesus mengandalkan kuasa firman bukan dirinya sendiri dan Yesus menang.
  • Ketiga: Menangkanlah setiap pencobaan. Rasul Paulus bersaksi bahwa pencobaan yang kita alami sesungguhnya tidaklah pernah melebihi kemampuan kita. Sebab, Allah memberi batas pada kuasa sipencoba dan tidak akan pernah melebihi kemampuan kita. Artinya kalau kita hadapi kita akan menang. Persoalannya banyak orang yang meragukan kekuatan Roh Allah yang ada pada dirinya, akhirnya menyerah, putus asa. Belum bertanding sudah menyerah, belum dihadapi sudah mengatakan terlalu berat, aku tidak sanggup, lebih baik aku mati, lebih baik aku tidak lahir ke dunia ini, ini semua sikap-sikap yang meragukan kekuatan Roh yang sesungguhnya sudah tertanam dalam diri setiap orang percaya. Dalam 1 Yoh 4:4 dikatakan: “sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia”. Jadi,sesungguhnya kekuatan kita tiada taranya. Dibandingkan dengan kekuatan penderitaan, pencobaan dan kesulitan kita, masih lebih besar kemampuan yg Tuhan berikan bagi kita. Tetapi yang menjadi persoalan kedua, kita sering meremehkan setiap pencobaan dan pergumulan kita, terlalu percaya pada diri sendiri, akhirnya melupakan Tuhan. Di saat kita mengalami pencobaan sesungguhnya Tuhan telah menyediakan pertolonganNya pada kita. Di saat Tuhan menguji iman kita, sekaligus Dia menyertakan kekuatan pada kita agar kita menang. Tuhan tidak pernah menguji iman kita agar kita jatuh. Ketika Tuhan menguji kita, Tuhan mau memakai kita untuk mempermalukan kuasa iblis, bahwa ternyata orang percaya itu seteguh batu.
  • Keempat: Allah itu Setia, Dia menyanggupkan kita dalam semua keadaan. Karena itu kita tidak perlu kuatir. Meskipun terkadang kita tidak setia, tetapi itu tidak membuat Allah merubah sikapnya untuk tidak setia. Allah itu setia oleh sebab Dia tidak akan pernah tinggalkan kita, dia tidak akan pernah membiarkan kita sendiri. Dia tidak akan membiarkan kita sedih, sakit dan berduka selamanya. Allah setia, oleh karena itu Dia akan selalu memberi yang sanggup kita lalui, dia akan mengijinkan setiap pencobaan, penderitaan dan beban hidup yang tidak akan pernah melebihi kemampuan kita. Itu jugalah yang kita hadapi sekarang, jemaat HKBP Serpong. Lewat pembangunan gereja, kita diberi beban, tanggung jawab bersama. Jika Tuhan masih menginginkan dan menginjinkan beban itu kita pikul bersama, maka sesungguhnya tanggung jawab itu tidaklah melebihi kesanggupan kita, tidaklah melebihi kemampuan keluarga kita. Dan bila kita mau dan iklas menanggung beban tersebut, ketahuilah sesungguhnya Tuhan telah menyediakan gantinya untuk kita. Bila Tuhan yang membebankan, maka Tuhan sendirilah yang membantu kita menanggung beban itu asal saja kita mau, iklas dan berusaha sekuat tenaga di dalam keyakinan pada Kristus. Amin!

Kotbah Minggu, 24 Juni 2012 (HKBP Serpong)

AYUB 38:1-11

Saudara-saudara! Membaca kitab Ayub ini ibarat kita menonton sebuah film. Dimana karakter tokoh utamanya digambarkan seorang yang baik budi, jujur, saleh dan beriman. Namun dalam perjalanan hidupnya dia mengalami musibah hebat; ia kehilangan semua anaknya dan segala harta bendanya. Tidak itu saja, tubuhnya dihinggapi penyakit kulit yang menjijikkan. Atas keadaan ini, Ayub berusaha tegar meskipun ia bertanya-tanya mengapa Baca lebih lanjut

Jamita Minggu, 3 Januari 2013 (HKBP Serpong)

Jeremia 1:4-10

Huria ni Tuhanta! Disi tajaha turpuk jamita on pintor ro do tu rohanta, paboa sian mula ni mulana nunga dipauli jala dipillit Debata si Jeremia gabe panurirang, gabe ulaulaNa mamboan hadengganon tu tongatonga ni bangsoNa. Ido tona parjolo na taida sian turpuk on.

Antong dia ma na gabe tona ni jamita on tu hita?

Parjolo, na pinauli ni Debata do hita.

Huria ni Tuhanta, ndang boi juaonta ia hita ima na tinopa ni Debata. Ndang parbue ni proses evolusi hita, ndang songon pangantusion na jolo i hita madabu sian ginjang, mapultak sian bulu. Debata do manopa hita, Tanganna do paulihon hita. Dohot hata na asing dohononta, ia hita ima a masterpiece of God, Mahakarya Allah. Ia hita ima ulaula ni Debata na mansai uli. Boasa uli, ala mansai uli do Debatanta.

Parpsalmen pe hea do manghatindanghon paboa hita na tinompa ni Debata: 139:13-14, “Ai Ho do na manompa angka piangku, ditonun Ho do ahu di bagasan bortian ni dainang. Mandok mauliate ma ahu tu Ho ala ni surung ni pambahenmu di ahu, na sumurung do angka jadijadianmu, jala tangkas situtu do i ditanda rohangku.

Sumurung do hita sian angka na tinompa na asing. Jala mansai uli do rupanta ditompa Debata. Ala sagombar do hita dohot rupa ni Debata. Molo hea pe tubu di rohanta manghilala naso pola uli rupanta, naso pola malo hita, naso pola adong na arga di dirinta. Alai taingot ma mansai uli do hita di jolo ni Tuhanta. Ra olo do tubu di roha ni deba mangkilala na so marnampuna ibana, na pogos ni paradongan, ndang sangap dihilala ibana. Alai taingot ma di adopan ni Debata mansai uli do hita. Ra hea do tahilala menek Baca lebih lanjut

Kotbah Minggu, 3 Januari 2013 (HKBP Serpong)

Yeremia 1:4-10

Saudara-saudara, ketika membaca ayat ini maka pesan awal yang tersirat di dalamnya mau mengatakan bahwa sejak semula, Allah telah memilih Yeremia untuk sebuah pekerjaan baik. Allah telah membentuknya sesuai kehendakNya, dan Allah mempersiapkan dia untuk menjadi teman sekerja Allah. Itu pesan pertama membaca ayat ini.

Kemudian apa yang menjadi pesan bagi kita lewat kotbah ini? Saya mencoba menemukan tiga pesan:

Pertama: Kita adalah buatan Allah.

Saudara-saudara, tidak dapat disangkal lagi kita adalah hasil ciptaan Tuhan. Kita tidak berasal dari sebuah proses evolusi, dan bukan juga muncul dengan tiba-tiba seperti pemahaman orang tempo dulu: madabu sian ginjang, mapultak sian bulu. Kita dibentuk oleh tangan yang maha mulia yaitu Tuhan. Lebih dari itu, dalam istilah asing disebut kita adalah a masterpiece of God. Kita adalah suatu maha karya Allah yang indah dan mulia. Keindahan dan kemuliaan itu terletak pada si Penciptanya yaitu Tuhan.

Seorang Pemazmur juga pernah bersaksi bahwa dia adalah buatan Allah: 139:13-14, “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya”.

Semua ciptaan Tuhan sungguh luar biasa. Manusia dibuat dengan dasyat dan ajaib, serupa dan sebentuk dengan Allah. Mungkin pernah muncul dalam pikiran kita keraguan Baca lebih lanjut

Kotbah Syukuran Selesai Studi

Mengucap syukurlah dalam segala hal,
sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Mandok mauliate ma hamu siala saluhutna!
Ai i do dipangido Debata sian hamu marhitehite Kristus Jesus.
1 Tesalonika 5:18

1. Saudara-saudara! Jujur dikatakan, tidak mudah mengucapsyukur untuk segala hal, segala situasi. Hanya ketika hidup kita berjalan dengan baik, saat itu kita mudah mengucap syukur. Ketika kita sakit, berduka dan terpuruk sangat sulit mengucap syukur, bukan mengatakan tidak bisa, tapi amat sulit. Tapi Tuhan menginginkan kita mengucap syukur dalam segala hal, dalam semua situasi hidup. Disini harus kita bedakan, kita diajak mengucapsyukur dalam segala hal, bukan mengucap syukur untuk segala hal. Itu dua hal yg sangat berbeda. Kita tidak diajarkan bersyukur pada Tuhan karena kita sakit, berduka dan ditimpa kemalangan. Tetapi Tuhan mengajak kita selalu bersyukur kepadaNya meskipun kita dalam keadaan sakit, berduka atau terpuruk. Inilah yg membedakan orang percaya dengan orang yg belum percaya. Mengapa kita harus bersyukur dalam segala situasi? Hanya satu jawaban mutlak, karena itulah yg dikehendaki Allah dari kita.
2. Saudara-saudara! Hari ini keluarga hambaNya mengundang kita ke rumah ini untuk bersama-sama bersyukur. Ketika kita mengadakan acara syukuran seperti ini dengan mengundang banyak orang, sesungguhnya kita bukan mau menunjukkan bahwa kita sedang berhasil, bahwa keluarga kita lebih baik, lebih diberkati, bukan. Dan saya percaya bukan itu maksud keluarga disini. Tetapi, karena firman Tuhan tadi, kita diajarkan bersyukur dalam segala hal, sebab itulah yg dikehendaki Tuhan.
3. Untuk itu ada dua hal yg menjadi renungan kita bersama:
4. Pertama: Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Maz. 106:1)
Ini adalah ajakan pemazmur bagi kita. Dasarnya bersyukur karena Tuhan itu selalu baik. Dasar kita bersuka cita buka diri kita, bukan kebaikan kita, bukan kesuksesan dan kebolehan kita, tetapi karena kebaikan Tuhan, karena kesetiaanNya yg tidak putus-putusnya untuk kita. Banyak hal yang disyukuri keluarga hambaNya di sini, namun satu yang spesial saat ini karena ibu di rumah ini telah menyelesaikan studinya dan telah diwisuda. Tuhan selalu baik itulah dasar kita mengucapsyukur. Tuhan itu baik, karena keluarga hambaNya masih Tuhan pakai untuk tugas pelayanan kesehatan bahkan dengan membekali ilmu spesialis Patologi Kesehatan.
HambaNya Timotius juga pernah mengucap syukur: Dia mengatakan: Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku ( I Tim.1:12). Sesungguhnya Allah tetap setia kepada kita. Allah senantiasa memelihara kita. Allah tidak pernah tidak mengasihi kita. Walaupun terkadang kita merasa Tuhan tidak menyertai kita, tetap sesungguhnya Dia selalu ada bersama kita. Dia tidak pernah menutup pintu bagi kita. Kitalah yg menutup hati untuk Tuhan. Benarlah ungkapan ini: “Jika Anda melihat langit mendung, pastikan bahwa Anda sedang tidak memakai kacamata hitam”. Artinya jika karena memakai kaca mata hitam kita melihat hujan akan turun, maka baiklah kita membuka kaca mata hitam kita. Bila kita merasa Tuhan menjauh dan tidak menyertai kita, sesungguh kitalah yg tidak membuka hati untuk Dia. Tuhan selalu ada dan tidak akan pernah meninggalkan kita. Oleh sebab itu tetaplah kita bersyukur.
Kedua: Bersyukurlah dengan segenap hati dan ceritakanlah perbuatan Allah yg ajaib (Maz. 9:2). Pemazmur dengan segudang pengalamannya bersama Tuhan mengajak kita bersyukur segenap hati. Artinya terhadap Tuhan kita harus total, tidak setengah-setengah. Bentuk syukur kita yang terbaik adalah ketika kita mau mempersembahkan seluruh hidup kita bagi Tuhan. Baik waktu, tenaga, harta, pikiran, akal budi, terutama kasih sayang kita. Bersyukur segenap hati tidak akan menyayangkan waktunya untuk pekerjaan Tuhan, tidak merasa rugi dan menyesal memberi hartanya untuk pekerjaan Tuhan, tidak merasa sia-sia memberi tenaganya untuk pekerjaan Tuhan, tetapi sebaliknya dengan penuh kasih sayang dan ketulusan menolong sesama tanpa meminta balas, sebab Tuhan memperhitungkan segala kebaikan kita. Saya bukan mau mengatakan jika ada pasien inang, tidak usah minta duitnya, tetapi yang terutama adalah tugas sebagai dokter spesialis adalah alat bagi Tuhan untuk pelayanan kasih dan memberi kesembuhan kepada banyak orang. Tugas mulia yg dilakukan dengan ketulusan, kelembutan dan kasih serta keyakinan kepada Kristus akan menjadi kabar gembira bagi dunia ini. Kita memiliki tugas masing-masing. Apapun itu pekerjaan kita, mari kita lihat dan kita pakai itu sebagai alat di tangan Tuhan. Pekerjaan atau tugas yg dikerjakan dengan ketulusan dan keyakinan kepada Kristus, akan membuahkan kebaikan kita, kebaikan keluarga dan gerejanNya. Dengan demikianlah kita menceritakan perbuatan Allah yg ajaib.
Selamat berbahagia untuk keluarga hambaNya serta anak-anak dan keluarga besar, secara khusus buat inangAltar Bait Allah. Amin!